Tags

, ,

Logo-logo yang menggambarkan sebuah dusun/desa kebanyakan memakai gambar gubuk, untuk menghindari kesamaan tersebut, saya mencoba mencari hal-hal baru yang mewakili citra bisnis usaha yang ingin diciptakan.Tentu dalam penciptaan logo untuk sebuah bisnis usaha warung makan diawali dg sebuah proses sbb:

GOAL & CHALLANGE

  • Membangun citra produk kuliner yang merakyat, harga terjangkau dan menarik hasrat utk berkunjung.
  • Bagaimana menciptakan dan menentukan sebuah icon yang dapat mewakili citra produk kuliner yang khas dan relevan dengan bidang bisnis rumah makan.
  • Mencari kaitan erat yang mendasari penciptaan karakter logo ditinjau dari aspek  lokasi (alam), budaya dan memori masa lampau.
  • Konsep visual yg diinginkan adalah kuno/oldies

KATA KUNCI sbg brainstorming:

  • Landscape desa
  • Alat dapurdesa
  • sepeda ontel
  • potret orang2 desa (aktivitas)

*********************************************************************************

KONSEP I:  LANDSCAPE DESA.
Berawal dari kilas balik masa kecil kita, singkatnya waktu sekolah dasar dahulu kala (kayak mendongeng aja…hehehehe), dimana ketika kita disuruh menggambar sebuah pemandangan oleh bpk/ibu guru, pasti yg digambar adalah gambar dua gunung , ada matahari, ada burung, ada jalan, ada pohon dan tidak lupa sebuah rumah serta sawah. Nggak tau kenapa kebiasaan yang secara nggak sadar ini kadang masih kita lakukan jika anak2 kita menyuruh kita menggambar pemandangan(nggak tau juga ya kalau ada yg nggambar bentuk yg lain..he..he..he). Dari pengalaman tersebut, saya ingin mengabadikan memori visual tersebut menjadi gambar pendukung logo waroeng de dusun ini.

KONSEP II : ORANG NAIK SEPEDA ONTEL
Untuk konsep ini hanya potret ketika orang2 desa berangkat beraktifitas dengan menggunakan sepeda ontel sebagai  alat transportasi tempo dulu. Nuansa ini cukup membantu dalam menghidupkan nuansa oldiest pada logo yang diinginkan.
*********************************************************************************

KONSEP III : ALAT DAPUR DESA TEMPO DULU
Masih sama dengan konsep sebelumnya, untuk menghidupkan nuansa oldiest  yang diinginkan dipilih Teko kuno yang merujuk langsung pada perangkat perlengkapan ketika orang tua kita dulu biasa makan, bentuk teko lebih memiliki ciri kuat dan khas dari pada bentuk piring, sendok, gelas dll.

KONSEP IV : Pedagang  dengan dagangannya di kepala.
Konsep ini hanya mengabadikan pose pedagang dengan barang dagangannya yang dipanggul diatas kepala.

*********************************************************************************

KONSEP V : KENDI
Kendi sebagai tempat minum rakyat jelata juga mendukung utk menghadirkan nuansa warung di pedesaan.

*****************************************************************

EKSEKUSI DESAIN LOGO Waroeng de Dusun